Kenali Waktu Yang Baik Untuk Makan Buah
04 October 2016
Kenali Waktu Yang Baik Untuk Makan Buah

Tak asing lagi, saat membutuhkan asupan vitamin dan serat yang menyegarkan, pasti kamu akan memilih buah-buahan untuk memenuhinya. Kandungan mineral dan phytochemicals yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dijadikan asupan pendamping untuk detox setiap hari, penyedia gula alami dan membantu sistem pencernaan. Namun, untuk mendapatkan gizi yang dibutuhkan, ada baiknya kita mengetahui kapan waktu makan buah yang benar. Apakah sebelum ataukah sesudah makan, ya?

Makan buah dalam keadaan perut kosong.

Buah harus dimakan dua puluh atau tiga puluh menit sebelum makan. Jika Pristiners ingin makan buah lagi setelah makan, maka harus menunggu setelah makanan tercerna (3 tiga jam). Memakan buah sebelum makan juga membantu mengurangi berat badan, karena membuat merasa lebih kenyang. Namun, jika kamu memiliki masalah pencernaan seperti maag atau asam lambung, ada baiknya untuk tidak memakan buah yang merangsang asam lambung seperti jeruk dan pisang.

Buah di pagi hari

Tubuh kita tidak mendapatkan makanan apapun selama delapan atau tujuh jam waktu tidur, maka disarankan untuk makan buah-buahan setiap pagi (sebelum sarapan). Hal ini membantu meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Makan buah adalah cara yang baik untuk memulai hari mu. Hal ini akan membantu tubuh untuk menyerap semua nutrisi penting yang diperlukan. Jika diterapkan dalam jangka panjang, kamu akan mendapatkan tubuh sehat serta kulit segar.

Jangan makan buah bersamaan dengan makanan lain

Hindari memakan buah-buahan sebagai lauk atau bersamaan dengan makanan. Demikian juga, makan buah sebagai pencuci mulut. Hal tersebut dianggap percuma, karena tidak akan memberikan hasil terbaik bagi tubuh.Sama seperti kamu campur buah yang dipotong dan dicampur dengan mayonaise atau gula.

Makanlah buah organik

Lebih baik konsumsi yang organik, karena terhindar dari pestisida yang merusak kandungan pada buah itu sendiri. Jika dianggap mahal, upayakan untuk makan buah segar dan bukan dari kalengan, buah beku, atau buah yang telah diproses. Buah yang seperti ini umumnya sangat tinggi kandungan gula, pengawet, atau bahan kimia tambahan lainnya yang bisa membahayakan tubuh  – sehingga esensi sehatnya tidak akan kamu dapatkan.

X